Olahraga Bola Voli, sejarah, teknik, alat/sarana,dll,

Written By Fahrin Ilham on Jumat, 03 Februari 2012 | 22.15

Volleyball game.jpg
Typical volleyball action.


Aksi pukalan Smash dan Blok pada Bola voli.

 
 Bentuk lapangan bola voli.



bola voli.


Suasana permainan bola voli.


Rotasi pemain bola voli.



Bola voli, adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Olahraga Bola Voli dinaungi FIVB (Federation Internationale de Volleyball) sebagai induk organisasi internasional, sedangkan di Indonesia di naungi oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia).

Sejarah, Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).

William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.
Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.
Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

Permainan bola voli di Amerika sangat cepat perkembangannya, sehingga tahun 1933 YMCA mengadakan kejuaraan bola voli nsional. Kemudian permainan bola voli ini menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1974 pertama kali bola voli dipertandingkan di Polandia dengan peserta yang cukup banyak. Maka pada tahun 1984 didirikan Federasi Bola Voli Internasional atau Internationnal Voli Ball Federation (IVBF) yang waktu itu beranggotakan 15 negara dan berkedudukan di Paris. Permainan bola voli sangat cepat perkembangannya, antar lain disebabkan oleh : Permainan bola voli tidak memerlukan lapangan yang luas. Mudah dimainkan. Alat-alat yang digunakan untuk bermain sangat sederhana. Permainan ini sangat menyenangkan. Kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat kecil. Dapat dimainkan di alam bebas maupun di ruang tertutup. Dapat di mainkan banyak orang Permainan bola voli masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. Sampai sekarang permainan bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta. Dengan melihat perkembangan permainan bola voli yang begitu pesat sangatlah tepat bila pemerintah memilih permainan bola voli sebagai olahraga pendidikan di sekolah-sekolah. Hanya pada umumnya permainan bola voli sedikit mengalami kesulitan di dalam memperkenalkan pada anak-anak didik. Kesulitan ini terletak pada gerakan dasar permainan bola voli .

Read more at: http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/bola-voli-sejarah-pengertian-teknik.html
Copyright aadesanjaya.blogspot.com
Permainan bola voli di Amerika sangat cepat perkembangannya, sehingga tahun 1933 YMCA mengadakan kejuaraan bola voli nsional. Kemudian permainan bola voli ini menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1974 pertama kali bola voli dipertandingkan di Polandia dengan peserta yang cukup banyak. Maka pada tahun 1984 didirikan Federasi Bola Voli Internasional atau Internationnal Voli Ball Federation (IVBF) yang waktu itu beranggotakan 15 negara dan berkedudukan di Paris. Permainan bola voli sangat cepat perkembangannya, antar lain disebabkan oleh : Permainan bola voli tidak memerlukan lapangan yang luas. Mudah dimainkan. Alat-alat yang digunakan untuk bermain sangat sederhana. Permainan ini sangat menyenangkan. Kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat kecil. Dapat dimainkan di alam bebas maupun di ruang tertutup. Dapat di mainkan banyak orang Permainan bola voli masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. Sampai sekarang permainan bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta. Dengan melihat perkembangan permainan bola voli yang begitu pesat sangatlah tepat bila pemerintah memilih permainan bola voli sebagai olahraga pendidikan di sekolah-sekolah. Hanya pada umumnya permainan bola voli sedikit mengalami kesulitan di dalam memperkenalkan pada anak-anak didik. Kesulitan ini terletak pada gerakan dasar permainan bola voli .

Read more at: http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/bola-voli-sejarah-pengertian-teknik.html
Copyright aadesanjaya.blogspot.com
Permainan bola voli di Amerika sangat cepat perkembangannya, sehingga tahun 1933 YMCA mengadakan kejuaraan bola voli nsional. Kemudian permainan bola voli ini menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1974 pertama kali bola voli dipertandingkan di Polandia dengan peserta yang cukup banyak. Maka pada tahun 1984 didirikan Federasi Bola Voli Internasional atau Internationnal Voli Ball Federation (IVBF) yang waktu itu beranggotakan 15 negara dan berkedudukan di Paris. Permainan bola voli sangat cepat perkembangannya, antar lain disebabkan oleh :
Permainan bola voli tidak memerlukan lapangan yang luas.
Mudah dimainkan.
Alat-alat yang digunakan untuk bermain sangat sederhana.
Permainan ini sangat menyenangkan.
Kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat kecil.
Dapat dimainkan di alam bebas maupun di ruang tertutup.
Dapat di mainkan banyak orang Permainan.

bola voli masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. Sampai sekarang permainan bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta. Dengan melihat perkembangan permainan bola voli yang begitu pesat sangatlah tepat bila pemerintah memilih permainan bola voli sebagai olahraga pendidikan di sekolah-sekolah. Hanya pada umumnya permainan bola voli sedikit mengalami kesulitan di dalam memperkenalkan pada anak-anak didik. Kesulitan ini terletak pada gerakan dasar permainan bola voli .
Permainan bola voli masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. Sampai sekarang permainan bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta. Dengan melihat perkembangan permainan bola voli yang begitu pesat sangatlah tepat bila pemerintah memilih permainan bola voli sebagai olahraga pendidikan di sekolah-sekolah. Hanya pada umumnya permainan bola voli sedikit mengalami kesulitan di dalam memperkenalkan pada anak-anak didik. Kesulitan ini terletak pada gerakan dasar permainan bola voli .

Read more at: http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/bola-voli-sejarah-pengertian-teknik.html
Copyright aadesanjaya.blogspot.com
Permainan bola voli masuk ke Indonesia pada waktu penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. Sampai sekarang permainan bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang resmi dipertandingkan. Pada tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W. J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955 diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta. Dengan melihat perkembangan permainan bola voli yang begitu pesat sangatlah tepat bila pemerintah memilih permainan bola voli sebagai olahraga pendidikan di sekolah-sekolah. Hanya pada umumnya permainan bola voli sedikit mengalami kesulitan di dalam memperkenalkan pada anak-anak didik. Kesulitan ini terletak pada gerakan dasar permainan bola voli .

Read more at: http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/bola-voli-sejarah-pengertian-teknik.html
Copyright aadesanjaya.blogspot.com


Alat permainan.

Lapangan permainan

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter.  Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Bola

Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga 280 gram. Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).

Net

Ukuran tinggi net putra 2,44 meter dan untuk net putri 2,24 meter.

Sarana Permainan Bola Voli

a.Panjang garis samping : 18 Meter.
b.Lebar lapangan  : 9 Meter.
c.Lebar garis serang  : 3 Meter.

Cara permainan.

Suasana permainan bola voli
Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.
Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu tosser (atau setter), spiker (smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smash bola ke seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus dapat mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.

Urutan serve

Penghitungan angka

Aturan permainan dari bola voli adalah:
  1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
  2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai

Sistem Pertandingan

  • Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan
disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
  • Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
  • Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
  • Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang
lain.
  • Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
  • Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
  • Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
  • Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
  • Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
  • Kesalahan meliputi:
    • Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
    • Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
    • Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
    • Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
    • Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
    • Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
    • Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
    • Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
  • Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
  • Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
  • Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.

Bola voli = pola penyerangan+pertahanan perwasitan — Presentation Transcript.

  • 1. BOLA VOLI Pola Penyerangan Dalam permainan bola voli berhasil atau tidaknya suatu penyerangan sebagian besar bergantung dari pemberian bola pada pemain penyerang yang bersangkutan. Seorang penyerang dapat dikatakan mahir dalam melakukan serangan apabila ia memiliki kualitas berikut ini. a. Dalam melakukan penyerangan cukup luwes dan tidak kukuh dengan satu tipe penyerangan saja (menonton) b. Pandai meloncat c. Dapat memukul bola dengan keras d. Dapat menjangkau bola jauh-jauh e. Mempunyai daya observasi yang tinggi terhadap kemampuan lawan
  • 2. Penyerangan Bervariasi Jenis Serangan yang paling sederhana namun paling aman adalah umpan dari posisi 3 ke arah posisi 2 dan 4. Gambar 9.8 serangan dengan umpan dari posisi 3 ke arah posisi 2 dan 4 Keterangan : : Bola pertama (I) : Bola Kedua (II) atau umpan : Bola Kretiga (III) atau hasil smash 3 6 5 1 4 2
  • 3. Berikut ini posisi-posisi terbaik untuk membentuk serangan. 1.) Umpan dari posisi 2 ke posisi 3 dan 4 2.) Passing pertama ditunjukkan pada posisi 2 3 4 2 5 6 1 Gambar 9.9 serangan dengan umpan dari posisi 2 ke arah 3 dan 4 5 4 3 2 6 1 Gambar 9.10 serangan dengan passing pertama ditunjukkan pada posisi 2.
  • 4. 3.) Tukar Tempat (switching) Arah gerakan posisi pemain 3 dan 4 bersilangan sesuai dengan pemberian umpan dari posisi 2. 3 4 2 5 6 1 4 2 5 6 1 3 Gambar 9.11 serangan dengan tukar tempat.
  • 5. b. Melindungi Penyerang Melindungi penyerang (meng-cover) adalah persiapan regu penyerang untuk menerima kembali bola mental akibat smash yang dilancarkan dapat di-blok dengan baik oleh lawan. Untuk meng-cover smasher, regu penyerang adalah menjaga seluruh lapangan terhadap kemungkinan bola mental dari smash yang diblokir lawan. 4 2 5 6 1 3 4 2 5 1 3 Gambar 9.12 Melindungi Penyerang
  • 6. Serangan selain dilakukan dengan smash, bisa juga dikerjakan dengan service, passing, voli, dink dll. Pola, variasi, dan tempo serta taktik penyerangan memegang peranan penting dalam tim. Pola serangan tinggi, pendek, cepat, lambat, variasi-variasi gerakan di dekat net, dinamika dari pemain, dan arah serangan bola semuanya itu termasuk dalam taktik tim yang harus dimiliki suatu regu bola voli yang baik. Pola penyerangan diartikan memaksa regu lawan untuk bermain mengikuti keinginan regu yang melakukan penyerangan. Prinsip penyerangan adalah usaha untuk mematikan bola dilapangan lawan dengan jalan apapun yang tidak melanggar peraturan permainan bola voli.
  • 7. c. Taktik Tim dalam penyerangan Formasi bermain suatu regu harus merata pembagian kekuatannya dalam posisi apapun untuk melakukan serangan. Oleh karena itu, penempatam smasher, set-upper, dan pemain universaler harus diperhitungkan dengan matang agar dicapai pemerataan kekuatan dalam penyerangan. Jenis-jenis pemain sesuai dengan tugas dan fungsinya dapat dibagi menjadi berikut ini. 1) Smasher (Sm) bertugas sebagai penyerang utama 2) Set-Upper (Su) bertugas sebagai pengumpan ke smasher 3) Universaler (U) bertugas dan berfungsi serbaguna 4) Libero (L) bertugas sebagai pemain bertahan yang posisinya selalu di daerah belakang 5) Libero tidak boleh melakukan service, membendung maupun menyerang
  • 8. d. Sistem Penyerangan Berikut ini macam-macam sistem penyerangan. 1) Sistem 4 Sm – 2 Su (4 smasher – 2 set-upper) a) Su 1 – Su 2 = set-upper ke-1 dan ke-2. b) Sm 1 – Sm 4 = Smasher 1,2,3,4 c) Sm 1 – Sm 2 tempatnya harus berlawanan karena kekuatan dan kemampuannya hampir seimbang dalam produkivitas serangan terhadap lawan. d) Sm 3 lebih baik daripada Sm 4 sehingga ditugaskan membantu Sm 2 yang kemampuannya untuk menyerang kurang dibanding Sm 2 . Sm 1 Su 1 Sm 3 Su 2 Sm 4 Sm 2 net garis serang Gambar 9.13 Sistem 4 smasher – 2 set-upper
  • 9. 2) Sistem 4 Sm – 1 Su – 1 U ( 4 smasher – 1 set-upper – 1 universaler) a) Sm 4 = smasher terbaik b) U dan SU selalu berlawanan posisi dalam pergeseran posisi c) U dapat memberi umpan, tetapi kurang baik bila dibandingkan Su, tetapi memiliki kemampuan smash lebih baik daripada Su. d) Sm 1 dan Sm 3 memiliki kemampuan smash lebih baik dibanding Sm 2 dan Sm 4. Su Sm 4 Sm 2 net garis serang Gambar 9.14 Sistem 4 smasher – 1 set upper – 1 universaler Sm 1 Sm 3 U
  • 10. 3) Sistem penyerangan 5 Sm – 1 Su (5 smasher dan 1 set-upper) Berikut ini komposisi pemainnya. a) Su harus bersilangan dengan Sm 5 . b) Selama Su dalam posisi di depan (tiga, empat), Sm 1 dan Sm 2 harus ada posisi di depan salah satu, untuk dpat diandalkan produktivitasnya dalam penyerangan c) Bila Su tidak dapat mengumpan Sm terdekat dengan bola bertugas sebagai pengumpan. d) Dalam sistem ini tugas Su sangat berat Su 5 Sm 4 Sm 2 net garis serang Gambar 9.15 Sistem 5 smasher – 1 set-upper Su Sm 1 Sm 3
  • 11. 2. Pola Pertahanan Pola pertahanan mempunyai arti bahwa pemain bertahan dalam keadaan pasif menerima serangan, dengan harapan regu lawan membuat kesalahan dari penyerangnya. Taktik bertahan harus mempunyai prinsip agar dengan pertahanan itu regunya dapat menyerang kembali regu lawan. Dalam permainan bola pertahanan dan pola penyerangan harus dikembangkan secara selaras dan bersamaan.
  • 12. Pertahanan mencakup dua aspek, yaitu menerima smash lawan dan melindungi atau mempertahankan dengan block. Jenis-jenis pertahanan yang paling penting adalah menerima bola dengan kedua belah lengan posisi berdiri.
  • 13. Berikut ini bendungan (block) yang sering digunakan dalam permainan bola voli. Bendungan (Block) satu pemain Block jenis ini dimainkan apabila pihak penyerang memainkan penyerangan yang sangat cermat dan kuat, sehingga pemain bertahan lainnya tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk membantu block temannya. Pada block ini pemain yang menduduki posisi 6 harus meng-cover sisi paling lemah yang terdapat pada bagian depan lapangan. Pemain depan harus menjauhi net sehingga dapat meng-cover seluruh lapangan bagian depan.
  • 14. B. Bendungan (Block) Dua pemain Block jenis ini dibentuk pada posisi 4 dan 2 pada permainan normal. Situasi blocking seperti ini memberi kemungkinan lebih banyak untuk meng-cover pertahanan, jika dibandingkan dengan blocking satu orang. Blocking dua orang dibentuk pada posisi 3. Block ini mempunyai kemungkinan yang lebih baik dibandingkan dengan block satu orang. Block dua orang ini dapat mempertahankan dengan hasil yang jauh lebih memuaskan, karena memiliki bayangan block yang lebih luas.
  • 15. Pada posisi yang terbaik untuk membentuk block dua orang adalah posisi 2 dan posisi 4. Namun demikian, block ini masih dapat diubah selama pertandingan berlangsung, yaitu perpindahan sampai sejauh posisi 3. kalau block itu dibentuk pada posisi 3, pemain yang menempati posisi 6 keluar dari bayangan block dan mengambil tugas meng-cover lapangan bersama-sama pemain yang berdiri dekat net. Kalau block-nya dibentuk pada posisi 4 dan 2, pemain yang menempati posisi 6 tetap mempertahankan posisinya di belakang bayangan block sebagai seorang pemain yang meng-cover dari dekat.
  • 16. c. Bendungan (Block) Tiga pemain Block seperti ini dibentuk hanya pada situasi tertentu, biasanya ditempatkan pada posisi 3. Block seperti ini hanya digunakan pada waktu menghadapi penyerang lawan yang sangat tangguh. Pada block jenis ini , pemain yang menempati posisi 6 bermain dibawah situasi yang lebih sulit lagi dibandingkan dengan block lainnya, arah pandangannya terhalang oleh block regunya sendiri. Akibatnya ia kurang dapat mengantisipasi gerak-gerik lawan, maka mau tidak mau ia harus memilih antara dua pilihan berikut ini. Ia harus langsung menuju posisi di belakang block Ia harus menempati posisi diagonal di belakang block
  • 17. Semua ini harus dilakukan tanpa terlihat oleh pihak penyerang. Pemain posisi 6 ini masih tetap bertanggung jawab, yaitu yang bertugas meng-cover area yang tidak terjaga akibat gerakannya sendiri. Dengan sistem pertahanan dimana pemain pada posisi 6 maju ke depan, tempat yang paling lemah dan tidak terjaga adalah bagian tengah dan bagian belakang di dalam block yang bersangkutan
  • 18. 3. Perwasitan dalam permainan Bola Voli a. Syarat – syarat menjadi Wasit Bola Voli 1) Berbadan sehat dan mempunyai fisik yang normal 2) Mempunyai bakat untuk menjadi seorang wasit 3) Senang terhadap permainan bola voli 4) Berpendidikan serendah –rendahnya lulusan SMA 5) Berumur abtara 20-40 Tahun 6) Mempunyai dedikasi yang baik 7) Haruslah menjadi anggota salah satu perkumpulan bola voli
  • 19. b. Perlengkapan Wasit Perlengkapan wasit antara lain mengenakan celana putih, baju kaos putih polos berkerah, sepatu karet putih, dan memakai badge wasit yang sesuai dengan klasifikasinya. c. Tugas, Kewajiban, dan Wewenang Wasit 1) Tugas-Tugas wasit a) Memimpin pertandingan agar berjalan lancar b) Meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan tentang perwasitan bola voli. c) Menyebarluaskan peraturan permainan di masyarakat d) Meningkatkan mutu perwasitan di masyarakat pada khususnya dan di indonesia pada umumnya, 2) Kewajiban dan wewenang wasit a) Berkewajiban memimpin pertandingan bola voli baik di tingkat cabang, daerah, nasional, maupun internasional b) Tidak berhak memimpin pertandingan di atas klasifikasi sertifikat yang dimilikinya.
  • 20. d. Prosedur Mewasiti Hanya wasit I dan Wasit II yang diperbolehkan meniup peluit selama pertandingan 1) Wasit I memberikan tanda untuk service yang memulai suatu pertandingan 2) Wasit I dan wasit II memberikan tanda pada akhir suatu permainan (bola mati, setelah mereka merasa yakin bahwa terjadi suatu kesalahan serta mereka telah memahami sifat pelanggarannya) 3) Peniupan peluit pada waktu bola mati bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka menyetujui atau menolak suatu permohonan regu 4) Wasit I dapat meniup peluit untuk memberikan peringatan atau menjatuhkan hukuman salah sikap seorang anggota pemain atau regu itu sendiri
  • 21. 5) Pda waktu wasit meniup peluit untuk memberikan tanda penghentian permainan mereka harus sudah bisa menunjukkan sifat kesalahan dan isyarat tangan yang resmi, pemain yang bersalah, serta regu giliran yang melakukan service, sekaligus memberikan tanda apakah ada regu yang mendapatkan angka dari kesalahan tersebut 6) Wasit dan hakim harus dapat menunjukkan sifat kesalahan dengan isyarat tangan yang resmi atau suatu pengajuan penghentian serperti berikut ini : a) Isyarat hanya dilakukan untuk seketika, isyarat itu dilakukan dengan satu tangan untuk menunjukkan regu yang bersalah atau yang menunjukkan permohonan
  • 22. b) Setelah itu wasit menunjukkan pemain yang bersalah jika penghentian itu karena kesalahan c) Wasit I mengakhiri dengan menunjukkan regu yang mendapat giliran service e. Posisi Wasit 1) Wasit I melakukan tugasnya sambil duduk atau berdiri di atas kursi wasit yang ditempatkan di salah satu ujung net. Pandangannya kira-kira 50 cm, diatas garis horizontal pinggir atas net. 2) Wasit II menjalankan tugas sambil berdiri di sisi lain bersebrangan serta menghadap wasit I ketika suatu regu melakukan service, dia harus berdiri di sepanjang daerah depan regu penerima service. Setelah itu dia boleh pindah ke depan meja pencatat.
  • 23. f. Kekuasaan Wasit I 1) Memimpin pertandingan dari awal hinga berakhirnya permainan.Dia mempunyai kekuasaan terhadap seluruh pembantunya, serta terhadap kedua regu yang sedang bertanding 2) Memiliki kekuasaan dalam upaya kelancaran permainan, termasuk upaya untuk tidak tercantum dalam peraturan. 3) Selama pertandingan semua keputusan berdasarkan pada peraturan adalah mutlak dan dia mempunyai wewenang untuk membatalkan keputusan petugas lain, jika menurut pendapatnya mereka itu kurang tepat pertimbangannya. Wasit dapat mengganti salah seorang petugas seandainya tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • 24. 4) Satu-satunya yang mempunyai wewenang untuk menentukan baik buruknya suatu lapangan permainan, sebelum pertandingan atau sewaktu permainan itu brlangsung. 5) Sebelum atau sewaktu permainan berlangsung wasit I dan Wasit II harus mengawasi bola, apakah bola tersebut benar-benar telah memenuhi persyaratan, Sebuah bola yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan atau bola tadi menjadi basah atau licin harus segera diganti
  • 25. g. Tanggung jawab wasit 1) Sebelum pertandingan a) Memeriksa keadaan lapangan permainan dan perlengkapan pertandingan. b) Melakukan undian untuk menentukan hak service pertama dan penempatan lapangan c) Mengawasi pemanasan kedua regu 2) Selama pertandingan berlangsung a) Mempunyai kekuasaan untuk memberikan wewenang dalam menentukan kesalahan pukulan service, posisi regu yang melakukan giliran service, pentabiran, sentuhan pada jalan bola service, kesalahan menyentuh bola. Kesalahan di atas net beserta pita horizontalnya dan kesalahan simultan/ bersamaan
  • 26. b) Wasit I tidak boleh membiarkan suatu perdebatan atas pengajuan kapten, dia harus dapat menjelaskan penafsiran serta penerapan peraturan. c) Jika kapten tidak sepaham dalam penafsirannya itu, dia memintakan agar hal tersebut dicatat pada lembar skor, wasit I harus memberi izin untuk pencatatan prose tersebut di akhir pertandingan. 3) Sesudah pertandingan Wasit mengesahkan skor dengan menadatangani daftar skor dan cepat menuju ke ruang wasit
  • 27. h. Tugas Wasit II Wasit II merupakan pembantu bagi wasit I dan dapat menggantikan, mewakili, dan menjalankan tugas wasit I pada keadaan memaksa. Berikut ini tugas khusus wasit II 1) Mengawasi posisi pemain selama pemain berlangsung, begitu pula pada waktu perpindahan tempat set penentuan 2) Mengawasi tindak tanduk anggota masing- masing regu yang duduk di bangku cadangan dan bila ternyata ada salah sikap dia harus melaporkannya kepada wasit I 3) Selama pertandingan berlangsung dia harus mencegah kemungkinan adanya pemain cadangan yang melakukan pemanasan diluar area pertandingan
  • 28. 4) Mengawasi jumlah time out dan pergantian yang telah dilakukan oleh masing – masing regu dan melaporkan data tersebut kepada wasit I dan pelatih yang bersangkutan pada saat terjadinya penghentian 5) Menolak pengajuan penghentian yang tidak layak, mengabulkan permohonan yang sah, dan mengawasi jangka waktu pelaksanaannya. 6) Dapat menunjukkan kesalahan lain tanpa meniup peluit walau bukan daerah tanggungannya, tetapi dia tidak boleh menekan wasit I 7) Menetapkan perlu atau tidaknya mengeringkan permukaan lantai permainan yang dianggap basah atau licin.
  • 29. Tanggung Jawab Wasit II 1) Sebelum pertandingan pada setiap set, wasit II harus mencek posisi yang benar sesuai dengan daftar posisi yang diserahkan oleh masing-masing regu 2)Selama pertanginag berlangsung dia harus memberikan isyarat dan membuyikan peluit bila terjadi hal-hal berikut ini : a) Kesalahan posisi regu penerima service. b) Bola yang melintasi net diluar bidang lintasan atau menyentuh benda di sisi lapangan c) Sentuhan pemain pada bagian net di bawah pinggiran atas net
  • 30. d) Serangan atau bendungan yang tidak sah yang dilakukan oleh pemain belakang e) Penembusan ke lapangan lawan f) Bola menyentuh benda yang ada di luar lapangan g) Terjadi kecelakaan pada pemain, dalam hal demikian dia harus memberikan penghentian atau batasan penyembuhan dengan time-out
  • 31. j. Hakim Garis (Linesmen) Hakim garis bertanggung jawab memberika isyarat mengenai kesalahan yang menjadi wewenangnya. Berikut ini posisi hakim garis. 1) Jika menggunakan empat orang hakim garis, mereka berdiri di daerah bebas pada jarak kira-kira 1-3 m dari tiap sudut lapangan, menghadap perpanjangan garis imajiner yang harus diawasinya. 2) Jika menggunakan dua hakim garis, mereka harus berdiri di sudut yang bersebrangan atau diagonal pada sudut bebas agar dapat mengawasi garis belakang dab garis samping yang terdekat padanya.

Teknik Bola Voli.

Servis

Servis pada zaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekedar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melakukan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas.Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis,floating dan cekis.
1.servis tangan bawah
   -mula-mula pemain berdiri dipetak servis dengan kaki kiri lebih kedepan dari kaki kanan.
   -bola dipegang dengan tangan kiri
   -Bola dilambungkan tidak terlalu tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang
   -setelah bola kira-kira setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus kedepan untuk memukul bola
   -telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat pantulan yang sempurna,ta-
    ngan dapat pula menggenggam.
2.tennis servis
   -Sikap persiapan dimulai dengan mengambil posisi kaki kiri lebih kedepan, kedua lutut agak rendah
   -tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,tangan kirimenyangga bola,tangan kanan di atas
    bola.
   -bola dilambungkan dengan tangan kiri kira-kira 1/2 meter di atas kepala
   -tangan kanan ditarik kebelakang atas kepala,menghadap depan
   -lakukan gerakan seperti mensmesh bola,perhatian terpusat pada bola
   -lecutan tangan diperlukan pada saat p[erkenaan bola.
3.floating servis
   -posisi kaki sama seperti tennis servis
   -tangan kiri memegang bola dan tangan kanan disamping setinggi pelipis
   -dengan tangan kiri bola dilambungkan ssedikit kesamping kanan tidak terlalu tinggi
   -setelah bola melambung keatas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan pada bagian tengah bola.
   -pukulan float dapat dilakukan dengan beberapa cara:
       = dengan tumit tangan
       = dengan tangan, dimana ibu jari dilipat kedalam dan menempel pada telapak tangan
       = memukul dengan tangan tergenggam.
4.cekis
   -sikap permulaan dengan mengambil sikap berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat
    kejaring.
   -bola dipegang tangan kiri dan kanan.
   -saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit kebelakang dan lutut ditekuk
   -kedua tangan dijulurkan kearah samping bawah kanan dalam keadaan memegang bola.
   -bola dilambung keatas kepala dengan kedua belah tangan.
   -setelah bola lepas, tangan kanan ditarik kesamping kanan bawah, liukkan badan kekanan.
   -berat badan ada dikaki kanan,telapak tangan menghadap keatas
   -setelah bola ada pada jangkauan tangan,secepatnya bersama sama lengan,liukkan badan kesamping kiri
   -perkenaan bola bagian bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan dan lecutan tangan.
Service ada beberapa macam:
  • Service atas adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
  • Service bawah adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
  • Service mengapung adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Yang perlu diperhatikan dalam service antara lain :
  • Sikap badan dan pandangan.
  • Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
  • Saat kapan harus memukul bola.

Passing

  • Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
    • Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
    • tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
    • Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
  • Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
    • Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
    • Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
    • Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
    • Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
    • Menggunakan gerakan kaki untuk menambah power

Smash (spike)

Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada di atas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.

Membendung (blocking)

Bola yang melewati tangan bloker
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
  • Jongkok, bersiap untuk melompat.
  • Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
  • Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian melakukan block.
Block ada dua macam. 1. block tunggal 2. block ganda Block tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang pemain Block ganda adalah membendung bola yang dilakukan oleh dua orang pemain atau lebih.Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan block ganda antara lain adalah memadukan langkah kaki dan kerjasama antar blocker dalam menentukan waktu lompatan dan arah pergerakan bola.

Kedudukan pemain (posisi pemain)

Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upper atau tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan libero

Kompetisi bola voli.

Kompetisi Proliga merupakan kompetisi bola voli professional Indonesia yang diikuti oleh beberapa klub yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Bola_voli, http://www.slideshare.net/radenmaspardisupardi/bola-voli-pola-penyeranganpertahanan-perwasitan





0 komentar:

Poskan Komentar

Blog ini Dofollow, Silahkan Menjadi komentator yang baik, cerdas, berbobot, sopan, santun, patuh pada rules yang berlaku dan profesional, berikan komentar yang membuat orang lain geram untuk mengklik dan mengunjungi blog sobat?? Kenapa tidak?? berkomentar lah untuk kemajuan blog ini !, Maaf jika ingin menyertakan url (http://) jangan didalam komentar, mohon diLink saja, terimakasih atas perhatianya.