makalah linux remastering dan modifikasi linux slax

Written By Fahrin Ilham on Selasa, 21 Februari 2012 | 13.21

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi khususnya di bidang IT, dan semakin majunya tingkat SDM yang semakin hari semakin pintar serta tingkat kebutuhan akan IT yang semakin meningkat pula, maka munculah produk produk baru baik hardware maupun software yang saling berkompetisi untuk memperebutkan pasar .
Dibidang  IT, Khususnya Software Sistem Operasi yang sekarang ini masih di dominasi oleh Microsoft dengan SO Windows nya yang di distribusikan dengan komersial, banyak para pengembang software yang menginginkan Software Sistem Operasi itu di distribusikan dengan non komersil. Maka sejak beberapa tahun yang lalu munculah Sistem Operasi LINUX yang di distribusikan dengan bebas biaya, dan memungkinkan para user untuk mengembangkan, memodifikasi, dan mendistribusikan sistem operasi tersebut dengan bebas.
Saat ini sistem operasi sudah berkembang dengan sangat pesat. Hal ini sangat jelas terlihat khususnya pada sistem operasi Linux yang bersifat open source. Karena sifatnya yang open source maka banyak sekali orang yang mengembangkan sistem operasi ini. Sekarang ini sudah sangat banyak sekali distribusi (distro) Linux yang ada, beberapa yang sudah terkenal antara lain Ubuntu, Slackware, Open Suse, PC Linux OS, dan banyak lagi. Banyak orang yang ingin mencoba sistem operasi Linux ini, tetapi masih enggan untuk mengganti OS-nya yang semula, atau juga dengan dual boot karena sering didapati masalah. Dengan perkembangan distro Linux sekarang ini, dimungkinkan untuk bisa mencoba sistem operasi ini tanpa harus menginstallnya pada komputer, yaitu dengan menggunakan Linux Live. Banyak orang yang ingin bermigrasi ke Linux atau hanya sekedar mencoba. Tetapi kendala yang paling banyak ditemui adalah harus dilakukannya installasi pada hard disk, walaupun bisa digunakan dual boot. Dengan perkembangan Linux sekarang ini, orang dimungkinkan untuk mencoba system operasi Linux tanpa harus melakukan penginstallan di hard disk. Slax merupakan salah satu jenis distribusi (distro) Linux yang berbasis Slackware dan juga merupakan salah satu distro dengan kemampuan bootable
Sebagai mahasiswa BSI Manajeman Informatika yang di dalamnya terdapat mata kuliah Sistem Operasi, maka kami juga berminat dengan ilmu software yang Open Source, Contoh di sini adalah Linux, dalam mata kuliah ini kami di beri tugas untuk Remastering Linux  (SLAX). Semoga kedepannya kami mampu mengengembangkan Sistem Operasi Linux menjadi lebih baik lagi.
1.2. TUJUAN
 Adapun tujuan dari penulisan makalah ini diantara adalah sebagai berikut :
1.  Memenuhi tugas yang dibebankan oleh dosen pengasuh kepada penulis
2.  Untuk menambah wawasan dan pengetahuan pembaca pada umumnya dan penulis khususnya tentang berbagai sistem operasi komputer khususnya sistem operasi Slax.
3.  Praktek remastering linux slax ( bootable) menggunakan CD LIVE.
4.  Sebagai bahan latihan penulis dalam pembuatan karya tulis di masa yang akan datang.
1.3. METODE
 Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan beberapa masalah, diantaranya adalah sebagai berikut :
·         Bagaimanakah Sejarah Sistem Operasi Windows Slax?
·         Apa saja Jenis Distro Sistem Operasi Slax?
·         Kelebihan sistem operasi Slax ?
·         Praktek remastering Linux Slax (bootable) dengan CD Live.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. SEJARAH
Sistem Operasi Slax Slax diciptakan oleh Tomas Matejicek dari Republik Ceko, tujuannya adalah membuat Slackware dapat dijalankan pada CD, USB flashdisk, kamera, ipod, handphone dan perangkat mass storage yang lain hanya dengan kapasitas 190 MB. Namun dengan Slax, pengguna dapat membuat dokumen, berselancar, mendengarkan musik, ataupun memutar film.
Keistimewaan dari Slax adalah memungkinkan pengguna untuk membuat module sendiri dan paket-paket yang ingin digunakan dikonversi dengan mudah menjadi module dan otomatis diload saat booting. Selain itu, Tomas menyediakan script untuk membuat distro live dari distro yang terinstalasi pada harddisk pengguna sehingga distro-distro lain seperti Ubuntu, Fedora, Debian, dan beserta turunanya dapat dijalankan langsung dari perangkat portable. Banyak pihak yang mengembangkan distronya dengan menggunakan Slax module. Salah satunya adalah GoblinX dan Backtrack.
Slax adalah system operasi Linux yang modern, portable, dan cepat dengan sistem bersifat modular dan desain yang luar biasa. Walaupun ukuran kecil, Slax menyediakan sangat banyak software pre- installed untuk penggunaan sehari-hari, termasuk pengaturan grafik user interface yang bagus dan recovery tools yang sangat berguna bagi system administrator. System modular pada Slax ini memberikan kita fasilitas untuk memasukkan software- software dengan sangat mudah. Jika misalnya kita ingin text editor favorit kita, networking tool, atau mungkin juga game, kita dengan mudah dapat mengunduh module dengan software yang kita inginkan, kemudian meng-copy-nya ke Slax, tidak perlu menginstall.
Slax for USB adalah Slax yang didistribusikan dalam format TAR, yang dirancang untuk dilakukan unpacked ke dalam writeable disk. Jika Anda tidak tahu apa itu format TAR, mungkin Anda dapat menyamakannya dengan ZIP archive. Kita cukup meng-extract archive tadi langsung ke dalam USB flash disk, ke MP3 player, atau mungkin ke hard disk. Kebanyakan program archival dapat meng-extract format TAR tanpa masalah yang berarti. Slax for USB diatur untuk menyimpan semua pengubahan yang dibuat ke boot media (disk), jadi system ini akan bekerja seperti system operasi yang di-install secara normal.
2.2. JENIS – JENIS DISTRO SISTEM OPERASI LINUX SLAX
Slax dibagi menjadi menjadi beberapa jenis distro, antara lain :
·      SLAX Standard Edition, adalah sistim operasi Slax dengan ketersediaan aplikasi yang luas dan dilengkapi dengan sistem Xwindow dan lingkungan desktop KDE.
·      SLAX KillBill Edition, adalah sistim operasi Slax yang mampu menjalankan beragam aplikasi Windows di Linux. Linux ini dilengkapi dengan desktop KDE, Wine, Dosbox dan Qemu.
·      SLAX Server Edition, adalah sistem operasi yang banyak menyediakan layanan Internet atau jaringan seperti: DNS, DHCP, HTTP, FTP, MySQL, SMTP, POP3, IMAP , dan SSH.
·      Minimalistic SLAX. Versi Slax yang hanya menggunakan memori sistem sebesar 128MB untuk bisa bekerja dengan ukuran file keseluruhan yang cukup mini (sekitar 50MB).
·      SLAX Popcorn Edition, adalah sistem operasi Slax yang bisa disimpan dan dijalankan pada flash disk berukuran 128MB. Versi ini cuma berisikan aplikasi XFce Desktop, Mozilla Firefox, beep-XMMS, Gaim, dan AbiWord.
·      SLAX Frodo edition, adalah sistem operasi Slax yang hanya menyediakan perintah baris (Console) tanpa ketersediaan dekstop grafis.
·      SLAX Boot CD, adalah sistem operasi Slax yang bisa dijalankan dari USB Flash jika tidak bisa bootingsecara langsung dari komputer. Dapat juga digunakan boot Slax untuk menjalankan ISO Slax yang berada di harddisk. Ketika komputer boot dari Live CD atau USB Flash, langkah pertama yang dilakukan Slax adalah memuatimage kernel (vmlinuz). Setelah itu membuat 4 MB RAM disk dalam komputer Anda. Image rootdisk (initrd.gz) kemudian dimuat ke dalamnya dan dikaitkan sebagai sistem file root. Direktori besar (seperti / usr) akan dikaitkan langsung dari CDROM atau USB flash disk.
2.3. KELEBIHAN SISTEM OPERASI SLAX
Beberapa kelebihan dari distro ini antara lain : Linux Slax dapat dijalankan secara Live (CD dan USB Flash), serta juga dapat diinstall di harddsik atau USB FlashDisk atau baragam media storage lainnya (SDCard, MMC, MiniSD, MemoryStick).
Instalasi software yang akan digunakan cukup dengan mengumpulkannya di direktori / module, dengan bantuan software yang dijalankan di Windows yaitu MySlax Creator atau biasa disebut dengan tools Remastering. Sehingga tidak perlu lagi melakukan instalasi software saat mengoperasikan Linux Slax, seperti menjalankan perintah / gmake install.h. Tetapi bukan berarti Anda tidak dapat melakukan instalasi aplikasi di Linux Slax, karena Linux Slax dapat melakukan instalasi saat sedang digunakan.
Untuk instalasi software atau module hanya bisa dilakukan dengan ekstensi file *.mo. Sedangkan software, aplikasi, dan driver dalam bentuk *.deb, *.tgz, atau *.rpm harus terlebih dahulu dikonversi ke *.mo. Karena sistem operasi Linux dibuat oleh banyak pengembang, maka file-file module Slax yang siap diremastering tanpa perlu lagi dikonversi dapat di unduh di http://ww.slax.org/module . Situs ini menyediakan beragam jenis aplikasi dan driver. Kita juga dapat menyumbang modul buatan sendiri dan menguploadnya di situs tadi.
Jika kita ingin segera bermigrasi ke Linux tanpa harus menginstallnya ke harddisk inilah pilihan distribusi Linux yang tepat. Tidak seperti distro Liove CD lainnya yang tidak dapat menyimpan konfigurasi sistem, di distro ini Anda bisa membuat remastering yang dioperasikan pada USB Flash disk dengan bantuan modul “DataSave”. Dalam hal ini jika kita  pernah menyunting file seperti file *.conf, konfigurasi wallpaper dan screen saver,shorcut menu, icon dan lain-lain, kita tidak perlu pusing lagi dengan kegiatan konfigurasi ulang saat booting. Tidak seperti Live CD Linux dari distro lainnya yang hanya bisa dijalankan menggunakan CD-ROM, Linux slax yang dapat booting dari USB Flash memiliki kemampuan loading yang lebih cepat saat menjalankan aplikasinya dibandingkan jika menggunakan cd room dengan alokasi raung memori yang cukup besar, Linux Slax bisa bekerja lebih cepat, karena imagerootdisk dan direktori-direktori besar lainnya dapat disalin ke memori. (Hal ini dapat dilakukan saat pertama kali melakukan remastering)
2.4 PRAKTEK REMASTERING LINUX SLAX
Dalam praktek memodifikasi linux slax /Remastering linux slax ( cd live bootable ) kali ini penulis membutuhkan alat bantu yang berupa hardware dan software,
Hardware dan SO
Penulis menggunakan notebook Acer Emachines D725, dengan spekifikasi
·           CPU Pentium (R) Dual Core T42OO @2.00GHz   2.00GHz
·           RAM 1 GB DDR2
·           Hardisk 320 GB, 5400 Rpm
·           CDRW
·           Display 14 inch WXGA (1366 x 768)
·           Grapich system Intel GMA 4500M HD
·           SO windows7 Ultimate 64-bit (6,1 built 7100)
Adapun software yang kami pakai adalah;
·           Nero ( untuk bakar / burning cd )
·           Text editor ( wordpad , untuk mengedit file konfigurasi slax )
·           Paint ( acecoris pada windows, untuk membuat gambar tampilan booting )
·           MySlax creator ( untuk mengemas / mengepak file ISO )
·           Virtual Box ( untuk mengetest hasil pack sebelum di burning ke CD )
·           File ISO Slax ( slack 6.1.1) download di www.slax.org ( untuk bahan praktek modifikasi)
Tahap tahap Remastering kami adalah
1.    Menyiapkan atau membuat sebuah gambar dengan microsoft paint yang  berextensi *.png dengan ukuran 640 x 480 dan memberi nama slax.png , berikut tampilan gambar yang kita inginkan saat tampilan menu booting linux distro saya, anda bisa membuatnya yang lebih bagus lagi.
2.     Edit file konfigurasi booting slax , yaitu slax.cfg dengan menggunakan wordpad.
PROMPT 0
TIMEOUT 90
DEFAULT /boot/vesamenu.c32
MENU BACKGROUND /boot/slax.png
MENU WIDTH 36
MENU MARGIN 0
MENU ROWS 8
MENU HELPMSGROW 14
MENU TIMEOUTROW 22
MENU TABMSGROW 24
MENU CMDLINEROW 24
MENU HSHIFT 40
MENU VSHIFT 2
       menu color screen    33;43      #00000000 #00000000 none
       menu color border    30;44      #00000000 #00000000 none
       menu color title     1;36;44    #00000000 #00000000 none
       menu color unsel     37;44      #ff60CA00 #00000000 none
       menu color hotkey    1;37;44    #ff60CA00 #00000000 none
       menu color sel             7;37;40    #ffffffff #ff60CA00 none
       menu color hotsel    1;7;37;40  #ff808080 #ff60CA00 none
       menu color scrollbar 30;44      #00000000 #00000000 none
       menu color tabmsg    31;40      #aaaaaaaa #00000000 none
       menu color cmdmark   1;36;40    #ffff0000 #00000000 none
       menu color cmdline   37;40      #aaaaaaaa #00000000 none
       menu color pwdborder 30;47      #ffff0000 #00000000 std
       menu color pwdheader 31;47      #ffff0000 #00000000 std
       menu color pwdentry  30;47      #ffff0000 #00000000 std
       menu color timeout_msg     37;40      #aaaaaaaa #00000000 none
       menu color timeout   1;37;40    #ffaaaaff #00000000 none
       menu color help            37;40      #aaaaaa00 #00000000 none
       menu color msg07     37;40      #90ffffff #00000000 std
LABEL xconf
MENU LABEL SGENK mode Grafis (KDE)
KERNEL /boot/vmlinuz
APPEND initrd=/boot/initrd.gz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 rw autoexec=xconf;telinit~4 changes=/slax/
TEXT HELP
                                          Tentang menu pilihan ini :
                                          Ini adalah pilihan terbaik, kita
                                          dapat mencoba untuk konfigurasi otomatis
                                          kartu grafis kita untuk menggunakan
                                          resolusi maksimum yang di izinkan
ENDTEXT
LABEL fresh
MENU LABEL SGENK untuk penyegaran
KERNEL /boot/vmlinuz
APPEND initrd=/boot/initrd.gz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 rw autoexec=xconf;telinit~4
TEXT HELP
                                          Tentang menu pilihan ini :
                                          Semua penyimpanan normal
                                          di drive /slax/changes/ directory
                                          di boot media (if writable)
                                          dan data akan di kembalikan lain waktu
                                          Gunakan pilihan ini untuk penyegaran
                                          sistem, tidak ada perubahan, yang
                                          belum dibaca atau di tulis kapan saja.
ENDTEXT
LABEL cp2ram
MENU LABEL SGENK copy ke RAM
KERNEL /boot/vmlinuz
APPEND initrd=/boot/initrd.gz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 rw copy2ram autoexec=xconf;telinit~4
TEXT HELP
                                          Tentang menu pilihan ini :
                                          Jalankan SGENK seperti diatas,
                                          tapi copy kan dulu semua data ke RAM
                                          untuk mendapatkan kecepatan penuh
                                          yaitu melebihi kebutuhan > 300 MB
ENDTEXT
LABEL startx
MENU LABEL SGENK Mode Grafis VESA
KERNEL /boot/vmlinuz
APPEND initrd=/boot/initrd.gz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 rw autoexec=telinit~4 changes=/slax/
TEXT HELP
                                          Tentang menu pilihan ini :
                                          Jalankan SGENK dengan KDE,
                                          tapi lewati gfx-card config.
                                          Force 1024×768 dan  gunakan
                                          standard VESA driver
ENDTEXT
LABEL slax
MENU LABEL SGENK Text Mode
KERNEL /boot/vmlinuz
APPEND initrd=/boot/initrd.gz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 rw changes=/slax/
TEXT HELP
                                          Tentang menu pilihan ini:
                                          Jalankan SGENK text mode,akan
                                          di pilkan command prompt saja.
ENDTEXT
LABEL pxe
MENU LABEL SGENK Server PXE
KERNEL /boot/vmlinuz
APPEND initrd=/boot/initrd.gz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 rw autoexec=/boot/pxelinux.cfg/start;/boot/pxelinux.cfg/web/start;xconf;telinit~4
TEXT HELP
                                          Tentang menu pilihan ini :
                                          Jalankan SGENK seperti biasa,
                                          Tapi bisa juga lewat inisialasai
                                          server PXE untuk menjalankan boot
                                          lewat komputer lain di dalam jaringan
ENDTEXT
MENU SEPARATOR
LABEL memtest86
MENU LABEL SGENK Utility
KERNEL /boot/mt86p
TEXT HELP
                                          Tentang menu pilihan ini :
                                          SGENK tidak memulai semua tapi,
                                          menjalankan memory test utilitas
                                          untuk memeriksa komputer anda
                                          dari kemungkinan -kemungkinan kesalahan
ENDTEXT
3.    Membuka software MySlax Creator dan menjalankannya tahap demi tahap dampai selesai
Tampilan awal MySLAX creator.
Kemudian kita akan ditanya dimana letak source SLAX yang akan kita gunakan sebagai sumber dari pembuatan SLAX linux versi sendiri. Disini skami akan menggunakan dari slax iso linux yang bisa didownload di www.distrowatch.com.
Kemudain click Mount dan Next.
Yang berikutnya adalah pemilihan module-modul atau paket apa saja yang akan kita pakai di SLAX live cd yang akan kita bikin. Modul-modul tersebut bisa didownload di FTP://ftp.slax.org//SLAX-5-modules/ Dan file tersebut berekstensi *.mo Disebelah kanan ada kolom Add to directory: yang terdiri dari 3 direktori berikut penjelasannya:
/module     :  untuk menempatkan file *.mo dan *.img yang nantinya  paket tersebut bila langsung terexecute begitu proses peracikan slaxnya sudah jadi
/optional    :  untuk menempatkan file *.mo dan *.img tambahan dan tidak akan terinstall dalam livecd namun bisa diinstall nantinya, atau sebagai file cadangan saja
/extra                  : untuk menempatkan file2 lainnya seperti .mp3, .jpg, .png, .mov. Disebut  juga tempatnya file-file multimedia dan wallpaper
Tahap yang selanjutnya  adalah modifikasi pada source iso slax yang kita gunakan tadi. Disini kita cuma dihadapkan pada pilihan pengurangan paket dari iso slax awal tadi. Pilihan paket-paket yang tidak kita pakai dan sudah kita update dengan paket yang sudah kita download tadi.
Next jika kita sudah selesai memodifikasi iso slax-nya
Yang selanjutnya  adalah modifikasi pada boot.
Pilih mode gui pada Start Xorg.
Biarkan kosong pada kolom Hardwere.
Root password juga bisa kita ganti dengan password kita dengan mecentang password.
Pada bagian dibawah ini adalah pilihan untuk menempatkan default wallpaper yang bisa kita ganti semau kita.
Tahap berikutnya adalah mengeksekusi file-file yang sudah kita ramu jadi iso linux dengan menekan tobol create ISO
Tahap selanjutnya adalah membakar ISO file tadi kemedia disk/cd. Jika ingin melewati proses ini click saja Disable dan lanjut ke Next.
Tahap selanjutnya adalah membuat slax yang sudah kita racik diinstallkan ke USB Stick. Dan menjadikannya running dari USB Stick.
Kemudian klick next , jika  kita mau mengabaikannya. Dan tahap terakhir adalah mengakhiri dan close dari program dengan mengclick tombol Finish.
4.    Tahap selanjutnya adalah Testing Distro yang baru kita modif dan pack menggunakan Virtual Box versi Windows sebelum kita bakar / burning ke CD dengan Nero, atau software lain.
Buka software Virtual Box, setelah terbuka kita jalankan tahap demi tahap testing distro kita. ( mohon maaf, kami tidak menyertakan screenshoot testing kami tahap demi tahap  )
·         Tahap pertama adalah pemberian nama mesin maya dan tipe OS
·         Menentukan Hardisk virtual, dan penentuan pembuatan virtual hardisk baru atau memekai virtual hardisk yang sudah ada ( jika sebelumnya memakai virtual hardisk juga untuk testing )
·         Menentukan lokasi dan ukuran  hardisk virtual
·         Konfirmasi dan selesai.
·         Tahap selanjutnya adalah menjalankan distro yang baru kita buat di Virtual Box tadi.
Pada contoh hasil praktek saya, saya memberi nama mesin virtual saya “SGENK2”  sorot nama mesin dan kemudian jalankan dengan klik command button / gambar “mulai”, maka akan ada tampilan menu booting. ( jika berhasil memodifikasinya )
Jika tahap remastering berhasil akan tampil menu pilihan booting dari remastering distro kita.
Dan jika di rasa sudah cukup memuaskan, tahap selanjutnya adalah membakar / burning file ISO distro yang baru kita modifikasi ke CD live, yang selanjutnya kita bisa memakai CD LIVE distro LINUX hasil modifikasi kita untuk kita pakai sebagai Sistem Operasi Portable .
Berikut screenshoot tampilan  home linux CD Live distro modif hasil praktek.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari uraian singkat penulis diatas dapat penulis simpulkan,  Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan.
Slax adalah system operasi Linux yang modern, portable, dan cepat dengan sistem bersifat modular dan desain yang luar biasa. Walaupun ukuran kecil, Slax menyediakan sangat banyak software pre- installed untuk penggunaan sehari-hari, termasuk pengaturan grafik user interface yang bagus dan recovery tools yang sangat berguna bagi system administrator.
System modular pada Slax ini memberikan kita fasilitas untuk memasukkan software- software dengan sangat mudah. Jika misalnya kita ingin text editor favorit kita, networking tool, atau mungkin juga game, kita dengan mudah dapat mengunduh module dengan software yang kita inginkan, kemudian meng-copy-nya ke Slax, tidak perlu menginstall. 3.2.
Saran
Dalam makalah singkat ini penulis ingin menyarankan kepada rekan mahasiswa untuk terus belajar mengembangkan Sistem Operasi Linux yang open Source, mendistribusikan nya secara grtatis dan tidak memakai produk –produk bajakan, khususnya software software komersil yang di bajak.
Makalah ini sangatlah jauh dari sempurna, saran dan kritik yang membangun sangatlah kami harapkan. 
sumber link

0 komentar:

Poskan Komentar

Blog ini Dofollow, Silahkan Menjadi komentator yang baik, cerdas, berbobot, sopan, santun, patuh pada rules yang berlaku dan profesional, berikan komentar yang membuat orang lain geram untuk mengklik dan mengunjungi blog sobat?? Kenapa tidak?? berkomentar lah untuk kemajuan blog ini !, Maaf jika ingin menyertakan url (http://) jangan didalam komentar, mohon diLink saja, terimakasih atas perhatianya.